Beranda » BERITA » International Seminar on Sciences (ISS)

Kelompok Kajian Agroindustri Palma merupakan kelompok peneliti yang melakukan aktivitas penelitian dan pengembangan agroindustri pangan dan non pangan dari metabolit primer dan metabolit sekunderpengembangan agroindustri tanaman palma mendukung Rencana Induk Penelitian (RIP) unggulan Universitas Brawijaya tidak hanya dari bidang Agroforestry, namun juga bidang Ketahanan Pangan. Kelompok kajian ini juga mendukung pembangunan nasional di bidang pertanian, pangan, dan industri kreatif.

BERITA

International Seminar on Sciences (ISS)

Diterbitkan pada 13/11/2017

International Seminar on Sciences (ISS) merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB). “Sciences for Green Development” dipilih sebagai tema dalam ISS ke-4 untuk memperhitungkan pentingnya sains dalam menjaga ekosistem dan mendukung keberlanjutannya.

Pada Kamis (19/10) dan Jumat (20/10), bertempat di IPB International Convention Center, Baranangsiang, Bogor,salah satu anggota Kelompok Kajian Agroindustri Palma yaitu Ika Atsari Dewi, STP,MP menhadiri acara tersebut sebagai oral presenter. Penelitian yang dipresentasikan oleh sekertaris di Kelompok Kajian Agroindustri Palma ini berjudul "Optimization on Pulp Delignification from Nypa Palm (Nypa fruticans) Petioles Fibre of Chemical and Microbiological Methods" 

ISS tahun ini dihadiri pula oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia: H. E. Peter MacArthur. Kehadiran Duta Besar Kanada dalam kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan ini dan atas kerjasama yang terjalin antara FMIPA IPB dan University of Waterloo dalam mengembangkan sains aktuaria di Indonesia dalam bentuk Program Studi Sarjana Aktuaria di FMIPA IPB, melalui program READI.

Masuk pada sesi seminar, ISS tahun ini menghadirkan tak kurang dari 10 akademisi/peneliti/pakar sebagai pembicara, baik dari dalam dan luar negeri yang terbagi ke dalam 2 hari seminar:

Seminar Hari 1

    Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar (Institut Pertanian Bogor)
    Transparency & Trace-ability for Agro-based Products is a Must.
    Prof. Johnny Li (University of Waterloo)
    Hedging Crop Yield with Exchange-traded Weather Derivatives.
    Prof. Sakakibara Masayuki (Ehime University)
    Environmental Design for Phytotechnology for Sustainable Development in Socialecological Systems.
    Prof. Santosh Khrisna Haram (University of Mumbai)
    Investigation of Nanomaterial for Energy Harvesting and Storage Systems through Electromechanical Prospective.
    Dr. Kornsorn Srikunath (Kasetsart University)
    Contribution of Chromosomics Reveals Diversity of Sex-linked Region and Evolutionary History in Reptiles.

Seminar Hari 2

    Fabio Laurent Lumantau (READI)
    Dr. Yaya Rukayadi (Universiti Putra Malaysia)
    Functional Food and Medicinal Properties of Piper cubeba L.
    Gasidit Panomsuwan, PhD (Kasetsart University)
    A Green Route towards Nanomaterials Synthesis.
    Dr. Agus Salim (La Trobe University)
    Current Challenges and Opportunities in Statistical Bioinformatics: How Statistics Can Contribute to Medical Advance.
    Prof. Ali Selamat (Universiti Teknologi Malaysia)
    Big Data Application in Agriculture.
    Ika Dewi Ana, drg, PhD (Universitas Gajah Mada)
    Studies on Development Calcium Phosphate Ceramics for The Application in Dentistry.

Di sesi presentasi yang terbagi dalam kelas-kelas paralel, sekitar ± 250 peserta memaparkan penelitiannya baik secara oral maupun poster dengan  pilihan bidang-bidang penelitian sebagai berikut:

    Bio-based Functional Materials
    Biophysics, Biomaterials, and Biosensors
    Bioresources, Biosciences, and Biotechnology
    Data Science and Modelling
    Environmental and Climate Change
    Information Technology for Agriculture
    Internet of Things for Sustainable Agriculture
    Life Sciences
    Nanotechnology in Life Sciences
    Renewable Energy
    Actuarial Sciences and Risk Management

Dengan berlimpahnya sumberdaya alam, Indonesia dan beberapa negara lainnya, terutama di kawasan Asia Tenggara, diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pengembangan inovasi-inovasi ramah lingkungan secara global. Dalam tahun keempat penyelenggaraannya ISS diharapkan dapat mewadahi sinergi dan komunikasi yang baik antara kalangan akademisi, bisnis dan pemerintah dalam mengembangkan masa depan yang lebih baik, lebih hijau dan lebih ramah ekosistem.