Beranda » BERITA » Lokakarya dan Penyampaian Materi Potensi Kelapa Sawit dan Palma oleh Direktur Indonesian Palm Oil Research Institute

Kelompok Kajian Agroindustri Palma merupakan kelompok peneliti yang melakukan aktivitas penelitian dan pengembangan agroindustri pangan dan non pangan dari metabolit primer dan metabolit sekunderpengembangan agroindustri tanaman palma mendukung Rencana Induk Penelitian (RIP) unggulan Universitas Brawijaya tidak hanya dari bidang Agroforestry, namun juga bidang Ketahanan Pangan. Kelompok kajian ini juga mendukung pembangunan nasional di bidang pertanian, pangan, dan industri kreatif.

BERITA

Lokakarya dan Penyampaian Materi Potensi Kelapa Sawit dan Palma oleh Direktur Indonesian Palm Oil Research Institute

Diterbitkan pada 08/08/2017

Tanggal 3 dan 4 Agustus 2017 kemarin, diadakan lokakarya sekaligus penyampaian materi mengenai potensi kelapa sawit dan potensi sumber daya manusia yang berasal dari jurusan Teknologi Industri Pertanian dalam bidang penelitian tanaman palma khususnya kelapa sawit di Indonesia. Begitu besar potensi salah satu tanaman palma ini, begitu ujar Bapak Donald Siahaan sebagai pemateri.Di tengah pesimisme bangsa Indonesia terhadap keunggulan bangsa di hadapan bangsa-bangsa lain, Indonesia ternyata memiliki potensi unggulan yang dapat dibanggakan dalam hal perkebunan, yaitu kelapa sawit. Potensi ini dapat dijadikan peluang besar untuk perdagangan dan investasi, baik investor domestik maupun investor internasional. Namun demikian, potensi besar ini memiliki ancaman dan sejumlah masalah yang harus diselesaikan bersama.

Di tengah pesimisme bangsa Indonesia terhadap keunggulan bangsa di hadapan bangsa-bangsa lain, Indonesia ternyata memiliki potensi unggulan yang dapat dibanggakan dalam hal perkebunan, yaitu kelapa sawit. Potensi ini dapat dijadikan peluang besar untuk perdagangan dan investasi, baik investor domestik maupun investor internasional. Namun demikian, potensi besar ini memiliki ancaman dan sejumlah masalah yang harus diselesaikan bersama.Potensi Kelapa Sawit saat ini Indonesia merupakan produsen minyak sawit mentah (Crude palm oil, CPO) terbesar di dunia. Pada 2012, luas lahan perkebunan diperkirakan sebesar 9 juta hektar, dengan produksi CPO 24 juta ton per tahun, dengan komposisi 5 juta ton dikonsumsi di dalam negeri, sementara 80% sisanya di ekspor.Industri kelapa sawit sangat pantas dikembangkan karena menciptakan sekitar 4 juta kesempatan kerja (pro-job), serta mendukung pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan, terutama di daerah pedesaan Luar Jawa (pro poor). Selain itu, mayoritas perkebunan kelapa sawit ditanam di kawasan hutan left-over/bekas HPH (pro-environment), seta nilai ekspor CPO dan produk CPO berkontribusi cukup signifikan terhadap pendapatan ekspor, yaitu sekitar USD 20 miliar (sekitar 10% dari pendapatan ekspor total), terbesar kedua setelah minyak dan gas (pro-growth).CPO digunakan untuk bahan baku industri pangan sebesar 80-85% dan industry nonpangan sebesar 15-20%. Pertumbuhan konsumsi minyak sawit dalam negeri adalah sekitar 5,5%/tahun.Industri kelapa sawit memiliki prospek yang baik karena memiliki daya saing sebagai industri minyak nabati.Sawit adalah salah satu sumber yang paling kompetitif di dunia untuk biofuels, dan aplikasi teknis dan yang paling penting adalah sebagai sumber makanan.