Beranda » Kegiatan » Pengabdian Masyarakat
Kegiatan

Pengabdian Masyarakat

Diseminasi Teknologi Produksi Aneka Gula Nipah (Sirup, Gula Cetak, dan Gula Semut) di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik

Belum diketahuinya potensi tanaman nipah yang banyak tumbuh di daerah Pulau Bawean menjadi latar belakang pengabdian masyarakat ini dilaksanakan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat akan manfaat buah nipahyang dapat diolah menjadi aneka produk unggulan seperti gula, gula semut, cocktail dan lain sebagainya. 

Proses pengolahan pohon nipah diambil sarinya dari di pantai Tajung, Sungairujing, Sangkapura (minggu, 14/8/2011), terlihat sari atau nira pohon nipah menetes didalam bungkusan plastik.

Menurut Rian Yoga Baskara (Mahasiswa  Fakultas Tekhnologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya Malang mengatakan potensi pohon nipah di Pulau Bawean sangat banyak, hampir disekeliling pantainya tumbuh dengan subur tetapi tidak dimanfaatkan, terkesan mubazir dan kurang terurus.Peneliti lainnya, Moch. Imam Syatibi menjelaskan bahwa gula dari pohon nipah bisa diolah jadi gula cetak, sirup dan kental. "Setelah melakukan survei keberbagai tempat disekeliling pantai Pulau Bawean ternyata banyak tumbuh pohon nipah tanpa ada perawatan dari warga,"ujarnya.

Melalui program penelitian dan pengabdain masyarakat  yang bekerjasama dengan LITBANG Propinsi Jawa Timur, nantinya hasil sari atau nira akan diteliti untuk kadar gulanya dibandingkan dengan yang lainnya.

Di daerah lain, seperti di Kalimantan dan Riau, usaha gula dari pohon nipah sudah berbentuk perkebunan besar, semestinya warga Bawean bisa memanfaatkannya sehubungan banyak yang tumbuh disekeliling pantai yang berpotensi untuk berkembang

Semua pihak baik dari Universitas Brawijaya selaku akademisi yang memberikan ilmu dan warga Pulau Bawean sebagai aktor dalam pelaksanaan program dapat saling mendukung diadakannya penelitian yang dilakukan, sehubungan kesan sampai saat ini dianggap kurang pekerjaan atau sekedar mainan saja. Sudah saatnya potensi kekayaan lokal indonesia yang tidak pernah dimanfaatkan dapat diubah menjadi produk unggulan lokal yang bersaing dan bermanfaat bagi masyrakat umum. 

Program tersebut menargetkan untuk penelitian pertama yaitu 80 buah pohon nipah dengan menghasilkan 60 liter sari atau nira. Sementara untuk sample dilakukan di dua daerah, yaitu desa Sungairujing dan Daun. 

Sumber: media Bawean